Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Mengenal motivasi bagian 1

Unknown | Senin, Januari 27, 2014 | | 4 Comments so far
Iseng-iseng buka statistik blog dan buka sumber lalu lintas blog. Kalau dalam bahasa gampangnya, sumber lalu lintas itu berarti "jalan" yang dilewati pengunjung untuk sampai ke blog kita. Jadi setelah saya lhat dan amati ternyata pengunjung yang "mampir" lewat google sudah cukup banyak, ini berarti blog ku sudah cukup famous di mata google. #yess :D

Tapi sefamous-famousnya blog ini dalam versi ku, tapi sebenarnya masih sangat kalah famous dibandingkan blog-blog lain yang sudah cukup keren di posisi teratas SEO. Sudahlah, yang penting blog ini selalu terisi (walau jarang-jarang nge-pos) dan masih menjaga idealisme pemiliknya.

Ah ngmongin apa sih??

Baiklah sekarang kita membahas suatu "TEMA", dan tema itu adalah motivasi.
sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrPaGxt-vgB_MW5cA3qzNCLhur6u9QVtK7x4iSxwaP1HRhBDFcFVBOaAMSyiu7l0WiHTf-DT95plPU087GoWPS-ewIxs2fzIjikuogWohuTT-0fixYHuRgQ4TdNsJiWS9QKi46oMYcZSU/s1600/sukses.jpg


Salah satu alasan mengapa saya mengangkat tema ini untuk dibahas adalah :
1. Karena kata ini adalah kata yang paling dicari dalam lalu lintas blog ku
2. Dan oleh karena yang paling dicari, maka wajib ditulis. Fungsinya agar pengunjung makin banyak :D

Entah mengapa orang-orang pada suka denger kata ini "Motivasi", bahkan sejak ada istilah "Motivator" orang-orang pada berlomba-lomba untuk menjadi motovator. Mengingat pekerjaan tersebut cukup "mudah" dijalani (cuma ngomong di depan umum, sambil dibumbui sedikit lelucon segar) dan mahal. Yup, kamu setidaknya harus merogoh kocek sebanyak Rp 50ribu hanya untuk menonton seminar motivasi selama 2-3 jam (paling lama), belum lagi kalau nara sumbernya sekelas Mario Teguh (MT) bisa-bisa kamu harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Tips mendapatkan pasangan bagian 1

Unknown | Senin, Januari 27, 2014 | | Be the first to comment!
Gimana sih perasaan mu kalau kamu masih saja sendiri alias jomblo tapi teman-teman mu udah pada punya gandengan. :D Daripada galau mulu, silakan disimak tips mendapatkan pasangan berikut. Semoga dapat membantu :D
sumber gambar :http://malesbanget.com/2012/05/4-alasan-kenapa-kamu-sebaiknya-tidak-pacaran-lama-lama/

Kamis, 28 November 2013

Andai saja tuntutan para dokter dikabulkan

Unknown | Kamis, November 28, 2013 | | Be the first to comment!

Aku baru membuka mata dan langsung saja berita “mogok” kerja para dokter menjadi penyambut pagi ku kali ini. Awalnya aku tidak begitu menggubris mengenai aksi mogok tersebut, ku piker hal ini adalah wajar. Tuntutan tidak terpenu, lalu memutuskan untuk membentuk sekumpulan orang lalu melakukan aksi demo. Berdiri di depan gedung Istana atau di Bundaran HI atau di depan gedung DPR/MPR.


Tapi ternyata isu – awalnya isu – ini berkembang luas. Mereka – para pasien, politikus, dan masyarakat biasa – mulai mengkhawatirkan aksi ini. Dengan terpaksa pun aku harus mencari tahu mengenai isu tersebut – sebagai rujukan tulisan ini. 

Isu “mogok” para dokter pun dengan cepat menjadi prioritas utama para pemburu berita. Secara real-time mereka melakukan pemberitaan kepada khalayak mengenai isu ini. Mulai dari tanggapan para politisi, pasien, hingga lumpuhnya aktifitas beberapa rumah sakit.

Isu ini menjadi sangat menarik ketika twitter – dunia maya – menjadi ladang opini. Para penghuni dunia maya ini berlomba-lomba memberika sudut pandangnya mengenai aksi ini. Ada yang pro dan ada yang kontra. Sayangnya, dukungan positif terhadap aksi ini hanya berasal dari segelintir kalangan dokter itu sendiri, Orang biasa – bukan orang yang berlatar pendidikan dokter – justru lebih mempertanyakan aksi ini. Mengapa hal ini bisa terjadi dan apa tujuannya? 

Dengan bertanya kepada salah seorang teman, saya mendapat sedikit gambaran tentang aksi ini – saya juga melakukan verifikasi data melalui portal berita. Aksi solidaritas – saya menyebutnya seperti itu – yang dilakukan oleh para aliansi dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini ternyata berawal dari penjatuhan hukuman kepada dokter Ayu atas tuduhan malpraktek.

Jumat, 22 November 2013

Cara menulis cerpen #2

Unknown | Jumat, November 22, 2013 | 1 Comment so far
Beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis tentang cara membuat cerpen. Pada tulisan itu saya lebih menitikberatkan  penulisan cerpen pada unsur "How" atau bagaimana sebuah cerita dapat dibuat. Kamu tidak perlu sebuah refrensi yang panjang dan rumit hanya untuk menulis sebuah cerpen. Apa pun yang kamu pikirkan tulis lah.

Setelah memahami bagaimana cara membuat cerpen, sekarang kita perdalam materi kita dengan bahasan bagaimana sih membuat cerpen yang menarik. Tiap orang mungkin punya opini yang beda-beda mengenai cerpen yang menarik, karena bagus dan tidaknya suatu karya sebenarnya hanyalah perkara sebuah selera. Tapi, apakah selera mu sama dengan selera kebanyakan orang?

Saya sering membaca cerpen yang saya kira telah mengalami perubahan struktur secara utuh. Perubahan struktur maksudnya adalah, pada cerpen-cerpen tersebut sudah tidak seperti cerpen-cerpen dengan kaidah konvensioanal atau aturan lawas, dan ternyata hal itu membuat pembaca merasa tertarik dengan hal itu.


Selasa, 02 April 2013

PTN versus PTS

Unknown | Selasa, April 02, 2013 | | Be the first to comment!
Hai blogger apa kabar?

Kali ini saya ingin menulis tentang perguruan tinggi. Bukan tentang apa pengertian dari perguruan tinggi, atau juga bukan tentang perguruan tinggi mana yang paling bagus. Karena kedua hal itu bisa kalian cari sendiri pada mesin pencari seperti google, yahoo, bing, dan lain sebagainya. Tapi saya ingin  membahas tentang perguruan tinggi apa PTN atau PTS yang tepat buat kamu. Semoga :)

Kalau bicara tentang PTN tentun tidak terlepas juga dengan berbicara tentang PTS. Bagaimana bisa? ya jelas karena kedua hal itu ibarat siang dan malam, selalu menjadi sorotan ketika yang lain disoroti. Tapi tak bisa dipungkiri juga kalau pesona PTN sampai saat ini masih kuat dibandingkan dengan pesona oleh PTS, walau beberapa diantara PTS ada yang sudah cukup populer dikalangan masyarakat.

eits, tunggu dulu. Mengapa saya mengangkat masalah PTN dan PTS? :) karena saya maunya itu. hehe. Selain itu juga karena sebentar lagi anak-anak kelas XII akan menyelesaikan pendidikannya dan harus memilih Perguruan Tinggi (PT) mana yang menjadi persinggahannya selanjutnya. Mungkin artikel ini sudah cukup telat ya untuk membahas masalah ini, tapi tidak papalah toh UN juga belum dimulai dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SMPTN) belum digelar :) . Eh, masih ada SMPTN kah pada tahun ini? :) haha tidak usah menjadi gelisah begitu. Menurut situs resmi SMPTN 2013, SMPTN tahun ini masih digelar dengan syarat dan ketentuan yang hampir sama dengan tahun lalu. Jadi gak usah khawatir lagi ya? :)

Sekarang kembali pada topik. Saya ingin bertanya, kamu mau masuk PT mana atau Universitas apa? pasti jawaban mu seputar ITB, ITS, UGM, Unpad, Undip, Airlangga dll. Apa itu salah? Jelas sama sekali tidak. Karena semua keputusannya ada ditangan kamu.

Bagi saya hal demikian adalah wajar, jika anak SMA mayoritas memilih PTN sebagai sekolah lanjutannya dibandingkan PTS. Selain karena kepopuleran dari PTN yang sudah cukup dikenal juga karena lingkunganlah yang telah membentuk pola pikir masyarakat, khususnya para siswa SMA kelas 3.

Rabu, 13 Maret 2013

Catatan Ku

Unknown | Rabu, Maret 13, 2013 | | Be the first to comment!

22-24 Pebruari 2013 merupakan agenda rutin dari LPM Journal STMIK Amikom Yogyakarta, yaitu Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Semua calon anggota (calang) diwajibkan untuk turut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tak kurang sekitar 18 calang mengikuti kegiatan tersebut yang diselenggarakan di wisma BIK Kawasan wisata Kaliurang.

Para peserta dan panitia meninggalkan kampus ungu tercinta sekitar pukul 8.30 pagi. Tampak semua peserta tampak antusias dengan kegiatan tersebut, begitupun dengan ku. Tak lupa pakaian ganti, alat tulis, hingga perlatan mandi telah berada pada gendongan ku. Meski pada awalnya aku cukup kurang senang dengan kegiatan ini, terlebih harus dilakukan dengan cara menginap membuat aku kehilangan gairah. Tapi hal itu coba ku tepis dan mulai mengikuti ketukan yang telah ditentukan.

Tak kurang dua bis dalam kota atau mungkin lebih tepatnya disebut mikrolet menjadi tumpangan para peserta dan sebagian panitia. Selama dalam perjalanan suasana cukup menyenangkan, awalnya. Namun, berangsur-angsur membosankan saat para sebagian peserta mulai berpindah alam. Mereka tidur. Dan apa yang ku lakukan? Tentunya mengabadikan momen tersebut. Dengan gaya bak seorang fotografer profesional ku coba mengabadikan momen tersebut tentunya bukan menggunakan kamera pribadi (hehe), pinjam itu tidak salah selama masih dikembalikan (hehe).

Sekali, dua kali, ku coba jajal kemampuan ku pada Cannon EOS yang saat itu kugenggam. Tidak begitu buruk, blurnya tidak terlalu walau cukup pada seluruh hasil jepretan ku.

Tak terasa waktu telah berlalu satu jam lebih, mobil yang ku tumpangi telah mulai memasuki kawasan wisata alam Kaliurang. Nampak para peserta lain masih sibuk dengan dunia mereka sendiri, entah apa yang mereka mimipkan tapi bisa ku tebak kalau diantara mereka tidak ada yang mimpi buruk. Nampak kalem dan tenang saat mereka kehilangan kesadaran.

Akhirnya bis benar-benar berhenti pada tempat yang akn kami tempati selama 3 hari 2 malam kedepan. Terletak di daerah tinggi, berbentuk kuno, serta diselimuti cat berwarna putih semakin memberi kesan dingin. (eh sejuk maksudnya).

Para peserta mulai turun satu per satu dari mikrolet dan mulai merapihkan perkakas mereka masing-masing. Setelah semua peserta merapihkan peralannya, panitia mulai mengkordinir para peserta untuk sejenak beristirahat pada kamar-kamar yang telah dibagi.

Apa sih kriteria dosen berkualitas? “gelar vs jam terbang”

Unknown | Rabu, Maret 13, 2013 | | 1 Comment so far


 Siang itu saya mengunjungi kantor atau bisa dibilang kesekretariatan dari salah satu organisasi yang ada di kampus. Terjadi obrolan ringan antara dengan beberapa kawan dari organisasi tersebut. Tanpa sengaja kami mendiskusikan atau mungkin lebih tepat disebut dengan mengungkapan pendapat tentang kualitas dosen. Nah, hal itu lah yang menjadi alasan mengapa artikel ini saya tulis.

Jika kita berbicara tentang akademisi atau lembaga pendidikan sebut saja kampus, pasti tidak akan terlepas dari berbicara masalah fasilitas yang ada di kampus tersebut. Mulai dari fasilitas fisik seperti laboratorium, ruang belajar,  hingga prasarana-prasarana lainnya. Selain itu, tentu kita juga akan berbicara masalah fasilitator yang ada di kampus tersebut, yakni dosen.

Dalam diskusi tersebut atau lebih tepatnya obrolan santai pada siang itu, ada yang mempertanyakan tentang kualitas dari seorang dosen muda. Terlebih jika dosen tersebut hanya memiliki disiplin ilmu setara dengan strata satu dan baru saja menamatkan studinya hingga minim akan pengalaman dunia pengajaran.

Untuk menentukan seorang dosen adalah berkualitas atau tidak tentu kita harus mempunyai indikasi yang rasional dan sama. Artinya rasional adalah dapat diterima akal atau mungkin dilakukan oleh seorang dosen kemudian sama, maksudnya adalah indikasi-indikasi tersebut harus sepaham antara satu kepala dengan kepala yang lain agar tidak terjadi kesalahpahaman di lain waktu.

Sebagai indikasi, apa sih yang harus dimiliki seorang dosen?

Senin, 25 Februari 2013

3 Kepsek Studi Banding ke SMA Averos

Unknown | Senin, Februari 25, 2013 | | Be the first to comment!

Suasana sekolah SMA AVEROS SORONG
SORONG – Kalau selama ini yang kita dengar sejumlah instansi studi banding ke Jakarta, Batam dan lain sebagainya, ternyata kali ini tiga kepala sekolah studi banding ke SMA Averos Sorong. Mereka adalah Kepala SMA Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura Drs. Ali Yani, Kepala SMA Negeri 1 Sarmi Kabupaten Sarmi CH.L. Bless, Kepala SMA PGRI Mamberamo Kabupaten Mamberamo Raya, Supri, S.Pd. Ketiga kepala sekolah itu melakukan studi banding di SMA Averos Sorong selama tiga hari (18-20 September). Mereka tiba di Sorong hari Kamis (18/9) menggunakan Express Air, dan kembali dari Sorong ke Jayapura kemarin (21/9) juga menggunakan Express Air.

Mereka ke SMA Averos untuk melihat langsung metode penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan di SMA Averos. Karena SMA Averos telah mengirimkan sejumlah siswanya ikut lomba olimpiade sains, dan bisa meraih juara di tingkat nasional dan ada juga yang dikirim bertanding ke luar negeri.

 Tiga kepala sekolah itu setelah di SMA Averos selain mengetahui metode pembelajaran atau pendidikan yang diterapkan, juga mendapatkan Teknologi Grabing Satelit, atau internet gratis untuk menggali informasi-informasi pendidikan atau data-data dari dunia maya.

 “Saya lihat yang diterapkan di sini sangat pas, dimana sekarang anak-anak di Papua dirangsang dengan pola asrama sehingga belajarnya terkontrol. Di sini per kelas hanya 16 siswa, sehingga penguasannya tercapai. Kalau kita kan 40-an anak per kelas, susah mengontrolnya, harusnya kita juga menerapkan seperti ini. Materi pelajaran sama yaitu kurikulum yang berlaku di sekolah-sekolah, hanya saja ada jam tambahan. Standarnya 38 jam wajib perminggu, di sini 42 jam wajib perminggu, selain itu masih ada les, dan siswa belajar sendiri, ini sungguh luar biasa. Niat kami akan menerapkan system ini di sekolah kami. Rencananya kami juga akan kirim 2-3 siswa kami ke sini, tapi kami akan koordinasi dulu dengan Pemda. Kami sudah membuktikan di sini sehingga kami tidak ragu-ragu lagi,”ujar Drs. Ali Yani yang dibenarkan CH.L. Bless kepada Radar Sorong di SMA Averos kemarin (21/9).

 Dikatakan bahwa apa yang mereka dapat ini akan coba dipraktekkan di sekolah masing-masing, rencananya nanti mereka akan kembali lagi ke SMA Averos untuk membawa guru-guru MIPA untuk melihat yang ada ini supaya ada perubahan kinerja dan peningkatan hasil.

 Sementara itu, Kepala SMA Averos Drs. Imam Wahyudi mengaku sangat berbahagia dengan kehadiran 3 kepala sekolah itu. “Sebenarnya kita tidak jauh beda, kita hanya sharing, apa yang kita punya dan apa yang mereka punya. Kami di sini sudah terapkan pengambilan data tanpa biaya atau internet gratis, mereka sangat tertarik karena alat ini tidak membatasi seseorang untuk mendownload data, dimana saja bisa dilakukan tanpa saluran telepon sehingga kita tidak ketinggalan informasi. Kami bangga dan tidak menyangka, dari sekolah yang jauh datang ke sini, semoga apa yang didapat di sini bisa bermanfaat bagi sekolah mereka ke depan,”ungkapnya kepada Radar Sorong kemarin.(akh)

Sumber : Radar Sorong

Shibuya

Unknown | Senin, Februari 25, 2013 | | | Be the first to comment!
penampakan kota shibuya pada pagi hari, nampak kepadatan diseluruh sudut kota
Mungkin ini tiap hari terjadi di Tokyo:  di stasiun Shibuya, ribuan orang ke luar masuk peron atau berjalan dari gerbang barat menyeberang — dari tempat patung anjing Hachikō yang mati menunggui tuannya yang tak kunjung pulang, ke arah toserba “Shibuya 109″ yang membuka dengan meriah lebih dari 100   boutique.

Anak-anak muda masih seperti dulu. Mereka tak putus-putusnya bergerak riang, riuh, mengingatkan kembali gaya gyaru gadis-gadis a-be-ge tahun 1970-an yang mencoba melepaskan diri dari sikap jinak dan konformitas. Tapi, pada saat yang sama, mereka adalah bentuk konformitas yang baru
.
Di sini hidup adalah degup siang dan malam — terutama malam.  Setelah pukul 18, lampu-lampu iklan digital menegaskan bahwa yang gemebyar, yang mewah, yang meriah, adalah pertemuan antara hasrat dan kemustahilan. Kapitalisme busana menampakkan ambisinya di ratusan papan iklan dan layar DOOH dengan ukuran besar: di tubuh manusia kota, pakaian adalah pertarungan untuk menggapai satu mode yang modelnya terlampau rupawan untuk ditiru, tapi selalu ditiru. “A fashion is nothing but an induced epidemic.“  Saya kira George Bernard Shaw benar.

Epidemi itu terutama berkecamuk di kelimun seperti di Shibuya ini. Lebih dari setengah abad yang lalu David Riesman menulis The Lonely Crowd, tapi sampai sekarang observasinya masih kena: kalangan metropolis ini adalah orang-orang yang other-directed,  ”diarahkan-liyan”.  Bukan lagi  diarahkan tradisi. Juga bukan lagi digerakkan kecenderungan diri yang terbentuk sejak kecil.

Rabu, 20 Februari 2013

Nazaruddin: Suruh Jokowi Bersih-bersih Monas Sekarang

Unknown | Rabu, Februari 20, 2013 | | Be the first to comment!
JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk kesekian kalinya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding mantan rekan separtainya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Saat memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (14/2/2013) sore ini, Nazaruddin menyinggung pernyataan Anas yang minta digantung di Monas jika memang terbukti korupsi dalam kasus Hambalang.

"Suruh saja Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta) bersih-bersih Monas. Nanti ketika ada orang yang digantung, kan, Monas-nya sudah bersih," kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta.

Dia diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang proyek simulator mengemudi. Pernyataan ini begitu saja dilontarkan Nazaruddin ketika diberondong pertanyaan wartawan. Nazaruddin mengungkapkan hal ini di tengah isu yang menyebutkan Anas menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, nama Anas kembali santer disebut setelah bocornya draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas. Dokumen yang diduga sprindik itu menyebutkan, Anas ditetapkan tersangka atas dugaan menerima hadiah saat dia masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Namun, KPK secara resmi membantah telah menetapkan Anas sebagai tersangka. Meskipun demikian, Wakil Ketua KPK Adnan Pandupraja mengakui, draf sprindik yang sempat diparafnya itu merupakan dokumen asli. Adnan menarik kembali parafnya dari dokumen itu karena mengetahui kalau belum ada gelar perkara yang melibatkan unsur pimpinan KPK

sumber http://nasional.kompas.com/read/2013/02/14/1550577/Nazaruddin.Suruh.Jokowi.Bersih-bersih.Monas.Sekarang

Cara membuat pertemuan pertama berkesan

Unknown | Rabu, Februari 20, 2013 | | 2 Comments so far
Pernah suatu saat saya berkenalan dengan seorang wanita di suatu situs sosial media. Perbincangan dari sebuah pesan pada sosial media tersebut berubah menjadi perbincangan melalui pesan singkat. Singkat cerita kami ingin bertemu, bisa dibilang untuk mengenal lebih lanjut satu sama lain. Dibuatlah janji tempat dan kapan kita bertemu.

Pada hari dan yang telah disepakati saya memenuhi janji saya untuk bertemu dengannya pada suatu tempat. Terus pada pertemuan pertama saya sama sekali tidak memiliki persiapan apa-apa, banyak yang mengatakan bahwa kalau mau bertemu cewek itu harus rapih dan bersih. Karena atas dasarnya saya tidak mau ribet alias sukanya yang simple-simple, saya hanya penuhi syarat yang kedua, yaitu bersih. Ya setidaknya mandilah, masa mau ketemu cewek hanya berdua lagi, tidak mandi :D

Setelan jaket, celana panjang dan kaos saya pilih ala kadarnya, tanpa menghabiskan waktu berjam-jam atau berkonsultasi pada puluhan orang (hehe lebay banget ya?). Seingat saya pun motor saat itu belum saya cuci (tepatnya memang jarang dicuci), tapi syukur saya diselamatkan dengan rintikan hujan, sehingga asumsinya (cewek tersebut) motor saya mungkin kotor karena kehujanan dan kena becek di jalan hehehe.

Bertemulah kita dan terjadi suatu perbincangan diantara kita (hanya berdua lhooo). hehe

Itulah sepenggal kisah saya tentang bertemu dengan seorang cewek. Tapi ternyata setelah saya menemukan buku "19 menit menaklukkan orang-orang disekitar Anda", saya baru sadar kalau cara tersebut salah, dan tidak ada benarnya sama sekali heheh (pantas hubungan saya dengan dia tidak berlanjut)hehe.

Kali ini saya akan membahas cara mengoptimalkan kesan pada pertemuan pertama atau secara sederhana "cara membuat pertemuan pertama berkesan" tentunya dari buku "19 menit menaklukkan orang-orang disekitar Anda". Karena sebenarnya pertemuan pertama adalah cikal-bakal dari berjalanjutntya suatu hubungan.

Buat jomblo-jomblo yang mau ketemu calon pacar, ayo merapat :)

Senin, 18 Februari 2013

How to write a short story # 1

Unknown | Senin, Februari 18, 2013 | | Be the first to comment!
"How do I write a short story?", Asked my friend. For a moment I was confused as to how to answer the question that is actually fairly easy.  Suddenly appeared in my head of a term of the right brain and left brain. I was asked back. "You want to make by way of the right brain or left brain? '. "what do you Mean?", Reply him confused. "Right brain is a brain that functions inversely with the left brain that is trace, systematic, and scalable. So, if you make the right brain the way you make it like a flowing stream. Without the concept, without the mind map or even without knowing what kind of storyline. You let your mind imagine the same time as you write your stories, you're like a novel or short story readers who do not know the end of a story. ""Oh", he replied lightly, and thinking about what I say.

***

In so confused with the above fragment of conversation? Hehe. Ok, now we come to the method of writing a short story in the form of bullet points. (probably like it more easy ya?)

Back on two aspects that have been outlined above. The method of writing a short story I will share two methods, the first is the method of writing in the style of the left brain and the second is the method of writing in the style of the right brain.

 Method of writing in the style of the left brain


According to http://www.bpkpenabur.or.id function of the left brain or the left hemisphere of the human brain is the conscious mind (consciousness mind), reasoning, linguistic or think in words, analyzing, thinking trace, etc.. So the method of writing in the style of the left brain can be formulated as follows:

Goenawan Mohamad

Unknown | Senin, Februari 18, 2013 | | 5 Comments so far
Goenawan Soesatyo Mohamad (lahir di Batang, 29 Juli 1941; umur 71 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia terkemuka. Ia juga salah seorang pendiri Majalah Tempo. Ia merupakan adik Kartono Mohamad, seorang dokter yang menjabat sebagai ketua IDI.

Goenawan Mohamad adalah seorang intelektual yang punya wawasan yang begitu luas, mulai pemain sepak bola, politik, ekonomi, seni dan budaya, dunia perfilman, dan musik. Pandangannya sangat liberal dan terbuka. Seperti kata Romo Magniz-Suseno, salah seorang koleganya, lawan utama Goenawan Mohamad adalah pemikiran monodimensional.

Masa Muda


Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo, ini pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair. Ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan 1964 yang mengakibatkannya dilarang menulis di berbagai media umum. Ia menulis sejak berusia 17 tahun, dan dua tahun kemudian menerjemahkan puisi penyair wanita Amerika, Emily Dickinson. Sejak di kelas 6 SD, ia mengaku menyenangi acara puisi siaran RRI. Kemudian kakaknya yang dokter, ketika itu berlangganan majalah Kisah, asuhan H.B Jassin. Goenawan yang biasanya dipanggil Goen, belajar psikologi di Universitas Indonesia, ilmu politik di Belgia, dan menjadi Nieman Fellow di Harvard University, Amerika Serikat. Goenawan menikah dengan Widarti Djajadisastra dan memiliki dua anak.

Sabtu, 16 Februari 2013

kemerosotan budaya bangsa

Unknown | Sabtu, Februari 16, 2013 | | Be the first to comment!
Pernah dalam akun facebook pribadi saya, saya menulis status. Pada tanggal 5 Februari 2013. “ada gak pengguna akun (facebook) yang sekarang kelas 1 smp?”. Saya mencoba jejak pendapat tentang klasifikasi umur pengguna facebook. Dalam asumsi saya, anak yang saat ini berada di kelas 1 smp dan telah mempunyai akun pengguna facebook dipengaruhi oleh perkembangan budaya modern atau kemodernisasian.

Tanpa disangka, status tersebut di komen oleh tidak lain adalah adik sepupu saya sendiri yang memang saat ini berstatus pelajar kelas 1 smp. Dengan santai dia membalas “aku a” (a atau aa dalam bahasa indonesia adalah kakak). Tujuan saya terpenuhi, mencari pengguna facebook yang masih kelas 1 smp, atau dalam artian tahun lalu dia masih kelas 6 SD yang artinya lagi dia baru beranjak dari dunia anak-anak (sekolah dasar).

Tidak puas sampai disitu, pada tanggal 8 februari 2013, 3 hari setelah melakukan survei pertama saya kembali melakukan survei melalui akun facebook pribadi saya. Saya menuliskan status “kemaren ketemu pengguna facebook yang kelas VII (1 smp). Kalau pengguna facebook yang kelas V atau VI ada gak ya?”. Tujuan dari survei kedua adalah mencari pengguna facebook yang lebih muda dari sebelumnya, satu tahun, dua tahun dibawah survei pertama atau mungkin bisa lebih muda lagi.

Seperti telah di duga sebelumnya, ada yang berkomentar pada status saya. “ada .. sepupu saya kelas VI”. Target terpenuhi kembali, meski saya tidak bertemu secara langsung siapa orangnya, apa nama akunnya tapi dengan pernyataan itu hipotesa atau dugaan sementara saya berubah menjadi suatu kesimpulan. Ternyata anak SD sudah aktif menggunakan facebook”.

Jumat, 15 Februari 2013

Cara membuat pidato #1

Unknown | Jumat, Februari 15, 2013 | | Be the first to comment!

Banyak orang yang terkadang merasa kesulitan dalam membuat pidato. Mengapa? Jawaban paling sederhana untuk menjawab masalah tersebut adalah karena belum mencoba. Ya, mereka belum mencoba. Sesungguhnya membuat pidato atau teks pidato adalah sebuah hal yang cukup sederhana, tapi bagaiamana membuat sebuah kesederhanaan itu menjadi sesuatu yang luar bniasa jelas ada tekniknya. “apa?”, pertanyaan yang sering diberikan oleh mereka yang hanya banyak berbicara, atau kalau dalam bahasa inggris less do more talk. Berbeda dengan slogan pada sebuah rokok yaitu “Less talk do more”. Atau artinya adalah sedikit berbicara banyak bekerja.
 
Ketika kita berbicara masalah membuat pidato dan keindahan isi dari pidato, jelas hal tersebut di dapatkan dari practice atau latihan. Sehingga ada istilah “bisa ala biasa”. Ya, segala sesuatunya pun bisa karena biasa, bisa karena sering melakukan. “Lantas bagaimana dengan mereka yang ingin pada penampilan pertama mereka langsung ingin tampak bagus atau berkesan?”. Dengan tegas saya menjawab. “tidak mungkin”, “meski telah belajar dengan panduan-panduan bermutu?”. “silakan saja”. Jawaban saya akan sesederhena seperti itu. Mengapa saya mengatakan hal itu. Pertama, ketika orang akan minim tentang pengalaman mereka pasti akan minim juga tentang pengetahuan dalam dunia kenyataannya.

Sebagai contoh, seorang atlet bulu tangkis yang telah paham segala macam teori bulu tangkis, apakah dia akan langsung menjadi juara saat pertama kali mengikuti perlombaan atau kejuaraan?, tentu tidak. Latihan lah yang membuat juara itu menjadi nyata, bukan sekedar teori. Silakan buktikan.

Nampaknya terlalu panjang lebar ya saya membuka tips kali ini. Hehe . ok, langsung saja kita ke pokok tema, Bagaimana membuat sebuah pidato?

Membuat pidato adalah perkara mudah, mengapa?. Mari kita buktikan.

Ok dalam tips kali ini saya akan memulai dari awal sehingga orang yang baru akan menulis pidatonya untuk pertama kali dapat mengikutinya. Keep your focus guys.

Kamis, 14 Februari 2013

Sinopsis film Habibie & Ainun

Unknown | Kamis, Februari 14, 2013 | 1 Comment so far
Rudy Habibie adalah seorang yang jenius, ia ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar, berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Semantara Ainun adalah seorang wanita muda yang cerdas dengan jalur karir terbuka lebar untuknya sebagai seorang dokter.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia imani pada visi dan mimpi Habibie. Mereka pun akhirnya menikah dan terbang ke Jerman.

Memiliki mimpi bukanlah perkara yang selalu mudah, Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka berdua terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kekuasaan saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, sosok Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Sama halnya dengan Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
Inilah Film kisah asmara BJ Habibie dengan istrinya, Ainun, diangkat dari buku karya mantan Presiden RI yang ke-tiga ini. film yang sangat menakjubkan. Adrie yang konon masih saudara dari Habibie ini, kudu ekstra kerja keras merampungkan film tersebut sebelum hari ulang tahun Ainun. Yakni, tanggal 11 Agustus 2012. Saat ditemui di kawasan Mega Kuningan Jakarta belum lama ini, Adrie mengungkapkan keinginannya untuk menggarap film Habibie-Ainun, karena dilatar-belakangi oleh laku kerasnya buku bertajuk Habibie dan Ainun di pasaran.

Cara menulis cerpen #1

Unknown | Kamis, Februari 14, 2013 | | Be the first to comment!
“Gimana sih cara menulis cerpen?”, tanya teman aku. Sejenak aku bingung bagaimana menjawab pertanyaan yang sebenarnya cukup mudah. Tiba-tiba muncul di kepala aku sebuah istilah otak kanan dan otak kiri. Aku pun bertanya balik. “kamu mau membuat dengan cara otak kanan atau otak kiri?”. “maksudnya?”, Balas dia bingung. “otak kanan adalah otak yang berfungsi terbalik dengan otak kiri yang bersifat runut, sistematis, dan terukur. Jadi, kalau kamu membuat dengan cara otak kanan maka kamu membuatnya bagaikan arus yang mengalir. Tanpa kosep, tanpa mind map atau bahkan tanpa tahu jalan ceritanya seperti apa. Kamu membiarkan otakmu berimajinasi bersamaan dengan saat kamu menulis cerpen mu, kamu ibarat seorang pembaca novel atau cerpen yang belum tahu akhir dari sebuah cerita”. “oh”, balasnya ringan sambil memikirkan apa yang ku katakan.
***

Pada bingung ya dengan penggalan percakapan diatas? Hehe. Ok, sekarang kita masuk pada metode penulisan cerpen yang berupa poin-poin. (mungkin seperti ini lebih mudah ya?). Kembali pada dua aspek yang telah dijabarkan diatas. Metode penulisan cerpen akan saya bagi menjadi dua metode, yang pertama metode penulisan gaya otak kiri dan yang kedua adalah metode penulisan gaya otak kanan. 

Metode penulisan gaya otak kiri

Menurut  http://www.bpkpenabur.or.id fungsi dari otak kiri atau belahan kiri dari otak manusia adalah berpikiran sadar (consciouness mind), nalar, linguistik atau berpikir dengan kata-kata, analisis, berpikir runut, dsb. Sehingga metode penulisan dengan gaya otak kiri adalah :

1. Membuat mind map atau konsep dari cerpen yang akan dibuat. Seorang cerpenis atau novelis ulung sebut saja Ahmad Fauzi (penulis Negeri Lima menara) atau Andrea Hirata (penulis Laskar pelangi) biasanya membuat sebuah pola sederhana mengenai cerita yang akan dibuatnya.

2. Menciptakan tokoh. Dalam sebuah cerita tokoh adalah sebuah aspek yang penting karena tokoh yang akan mengarahkan cerita pada konflik, penyelesaian konflik dan akhir dari sebuah cerita.

3. Menciptakan latar. Latar dalam cerita ibarat warna pada sebuah karya lukis. Dia yang menentukan daya cipta dari pembaca terkait cerita tersebut. Latar yang diciptakan seorang penulis harus kuat dan terkesan nyata meski tidak terkesan terlalu berlebihan. (latar adalah waktu, tempat suasana)

4. Menentukan alur. Alur terbagi menjadi 3 jenis. Pertama, alur maju. Alur maju adalah penceritaan terjadi secara runut dari awal hingga akhir. Contoh, cerita dimulai ketika bangun tidur dan diakhiri ketika tidur kembali. Kedua alur mundur adalah penceritaan terjadi secara terbalik atau biasa dikenal dengan istilah flash back. Contoh, cerita dimulai saat tokoh sedang menulis diary dan satu per satu kejadian yang terjadi sebelum tokoh menulis diary diceritakan dalam cerpen tersebut sambil latar tempat tetap saat menulis diary. Ketiga, alur maju-mundur atau gabungan. Alur ini paling sering dipakai dalam karya-karya sastra, karena alur ini dianggap paling realistik dan imajinatif. Contoh, tokoh pergi ke sekolah selama perjalanan si tokoh mengingat kejadian yang terjadi pada kemarennya, ketika tokoh bertemu dengan pujaan hati. Kejadian tersebut ditulis atau diceritakan oleh pengarang dengan jelas seperti saat penulis menceritakan tokoh pergi ke sekolah. Dan kedua hal tersebut diceritakan silih berganti. Alur yang ketiga ini bagi sebagian penulis adalah alur yang cukup sulit digunakan meski penggambaran yang dirasakan pembaca lebih terasa nyata. Dalam artian alur yang ketiga direkomendasikan saat membuat cerita. Meski tergantung ceritanya juga, untuk siapa cerita dibuat.
 
5. Mulai menulis. Poin kelima adalah poin utama diantara empat poin diatas. Mengapa? Karena jika kamu telah membuat konsep yang bagus tapi tidak implementasikan/diterapkan menjadi sebuah cerita (cerpen atau novel) maka konsep mu akan sia-sia.

sekian dulu ya tips nya, segera cara menulis cerpen #2

Putri Solo 2008 Diperiksa KPK untuk Irjen Djoko Susilo

Unknown | Kamis, Februari 14, 2013 | | Be the first to comment!

Liputan6.com, Jakarta : Dipta Anindita, Putri Solo 2008 mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia datang sendiri tanpa ditemani kuasa hukumnya.
Dengan menggunakan busana muslim warna hitam dibalut dengan jilbab berwarna merah muda, Dipta dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di kepolisian yang menyeret nama Irjen Polisi Djoko Susilo sebagai tersangka.
Tak sepatah kata pun yang diucapkan Dipta ketika wartawan menanyakan tujuan Dipta datang ke KPK pada pagi ini. Namun Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha membenarkan bahwa Dipta diperiksa sebagai saksi atas kasus simulator SIM pada hari ini.
"Dipta hari ini diperiksa dalam kasus simalator SIM atas tersangka DS," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha pada Rabu (13/2/2013).
Sebelumnya, Djoko Susilo enggan menjelaskan siapa Dipta ini. "Tanya saja penyidik," kata Djoko kemarin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Djoko diduga memiliki hubungan dengan Dipta sejak beberapa tahun lalu. Dari hubungan tersebut, Djoko diduga membelikan sebuah rumah di daerah Solo untuk Dipta.
Diduga, uang yang digunakan untuk membelikan rumah Dipta itu sendiri merupakan upaya tindak pidana pencucian uang dari Djoko yang saat ini juga sedang disidik oleh KPK.
Saat ini, KPK sendiri diketahui sudah mencegah Dipta bersama ayahnya, Joko Waskito. Keduanya dilarang bepergian ke luar negeri selama 6 bulan untuk mempermudah proses penyidikan oleh KPK.
Dalam kasus ini, Irjen Djoko dikenakan dua sangkaan korupsi. Pertama mantan Kepala Korlantas Polri itu diduga menyalahgunakan wewenangnya dalam pengadaan alat kemudi Simulator SIM senilai Rp 196 miliar dan diduga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 100 miliar.
Kemudian, Djoko kembali dikenakan pasal pencucian uang. Akibatnya, Jenderal bintang dua itu terancam dijerat Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 dan Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 UU No. 15 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Ary)

Senin, 14 Januari 2013

hukuman angie 4,5 tahun dan 250 juta, siapa yang salah?

Unknown | Senin, Januari 14, 2013 | | Be the first to comment!
kali ini izinkan saya untuk sedikit berargumen terkait polemik yang terjadi akhir-akhir ini. Terkait hukuman penjara angelina sondakh yakni 4 tahun dan 6 bulan serta denda sebesar 250 juta rupiah subsider 6 bulan penjara.

mungkin saya tidak cukup kapabel dalam bidang ini, tapi saya mencoba memberikan pendapat saya yang mungkin masih bersifat subjektifitas.

banyak yang mengatakan hukuman pidana dan denda yang dilimpahkan pada angie itu tidak tepat, bahkan tidak adil. memang hal ini tidak bisa dipungkiri karena hukuman seorang maling ayam masih lebih lama masa kurungan penjaranya (5 tahun) dibandingkan kasus korupsi angelina sondakh yang telah terbukti korupsi uang negara senilai Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dollar AS.Bandingkan pula dengan maling sendal yang juga masih bocah (dibawah umur)

sebenarnya siapa yang salah terkait putusan tersebut. apakah hakim? atau jaksa penuntut umum (JPU).

secara sederhana. hakim pada fungsinya adalah memutuskan apakah terdakwa bersalah atau tidak, berdasarkan bukti yang terungkap di meja hijau. dan JPU membuktikan kepada hakim atau majelis hakim tentang dugaan atau tuduhan yang dilimpahkan kepada terdakwa.

menurut kompas ePaper terbit 14 januari 2013 hal 5, menyebutkan bahwa.
jaksa ragu dengan dakwaan yang dikenanakan terhadap angie. jaksa menyamatkan dua undang-undang pada kasus angie yakni pasal 11 UU Tipikor dan pasal 12 UU Tipikor, dimana kedua pasal tersebut sama-sama mengatur tentang pemberian hadiah atau janji kepada pejabat atau penyelenggara negara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

perbedaan antara pasal 11 dan pasal 12, pada pasal 11 tidak disebutkan syarat pemberian, tetapi cukup karena ada kaitan dengan jabatan yang diemban oleh pegawai negeri atau pejabat negara. sedang dalam pasal 12 huruf (a) hadiah diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

sehingga jika menilik pada kedua pasal tersebut, jelas kasus angie lebih mengarah pada penggunaan pasal 12 huruf (a) tersebut karena pada kasus tersebut angie secara terbukti mengarahkan, dan dia mendapat sesuatu dari proyek tersebut (kemenpora dan kemendiknas). dan hal itu yang tidak dikuatkan oleh jaksa dari KPK, sehingga membuat hakim menjadi ragu dan bimbang. asep menambahkan lagi, "hakim tidak diyakinkan bahwa uang yang dipergunakan terdakwa itu kumpulan uang-uang hasil proyek".

dalam kutipan kompas.com edisi senin 14 jan 2013.
menurut fadli zon selaku sekjen partai gerndra. Dia mengatakan penilaian hakim bahwa Angie tidak wajib mengembalikan uang kepada negara, hal itu jauh dari akal sehat apalagi nurani kebenaran. Menurut dia, di dalam pasal 18 Undang-Undang Tipikor mengatur tentang pengembalian kepada negara atas uang hasil korupsi.

Menurut Fadli, kasus Angie itu menandakan hukum belum bisa cerminkan rasa keadilan rakyat, malah melukai nurani keadilan masyarakat Indonesia. Bagaimana bisa, kata Fadli, sudah terbukti korupsi dan menerima uang, tetapi tidak diminta mengembalikan uang kepada negara.

Bahkan hukumannya tidak lebih dari hukuman maling ayam yang vonis ancamannya 5 tahun penjara. "Maling ayam saja ancaman vonisnya 5 tahun penjara sedangkan korupsi Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dollar AS, hanya divonis 4,5 tahun penjara," katanya.

dari kasus angelina tersebut memang mata pisau hukum masih sama seperti ungkapan lama. "tajam kebawah tumpul keatas". tapi inilah fenomena hukum yang terjadi di negara tercinta kita. terkait siapa yang salah, tidak ada yang salah secara utuh. hanya saja perbedaan pendapaat, sudut pandang, dan gaya mengeksekusi suatu perkara yang masih terdapat jurang perbedaan yang menyebabkan terjadi miss komunikasi antara harta yang dirampok dan hukuman yang disamatkan.

semoga suatu hari hukum indonesia "buta"
oleh : Govinda al araaf
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Blogroll

goresan pena. Diberdayakan oleh Blogger.

About