Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Mengenal motivasi bagian 1

Unknown | Senin, Januari 27, 2014 | | 4 Comments so far
Iseng-iseng buka statistik blog dan buka sumber lalu lintas blog. Kalau dalam bahasa gampangnya, sumber lalu lintas itu berarti "jalan" yang dilewati pengunjung untuk sampai ke blog kita. Jadi setelah saya lhat dan amati ternyata pengunjung yang "mampir" lewat google sudah cukup banyak, ini berarti blog ku sudah cukup famous di mata google. #yess :D

Tapi sefamous-famousnya blog ini dalam versi ku, tapi sebenarnya masih sangat kalah famous dibandingkan blog-blog lain yang sudah cukup keren di posisi teratas SEO. Sudahlah, yang penting blog ini selalu terisi (walau jarang-jarang nge-pos) dan masih menjaga idealisme pemiliknya.

Ah ngmongin apa sih??

Baiklah sekarang kita membahas suatu "TEMA", dan tema itu adalah motivasi.
sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrPaGxt-vgB_MW5cA3qzNCLhur6u9QVtK7x4iSxwaP1HRhBDFcFVBOaAMSyiu7l0WiHTf-DT95plPU087GoWPS-ewIxs2fzIjikuogWohuTT-0fixYHuRgQ4TdNsJiWS9QKi46oMYcZSU/s1600/sukses.jpg


Salah satu alasan mengapa saya mengangkat tema ini untuk dibahas adalah :
1. Karena kata ini adalah kata yang paling dicari dalam lalu lintas blog ku
2. Dan oleh karena yang paling dicari, maka wajib ditulis. Fungsinya agar pengunjung makin banyak :D

Entah mengapa orang-orang pada suka denger kata ini "Motivasi", bahkan sejak ada istilah "Motivator" orang-orang pada berlomba-lomba untuk menjadi motovator. Mengingat pekerjaan tersebut cukup "mudah" dijalani (cuma ngomong di depan umum, sambil dibumbui sedikit lelucon segar) dan mahal. Yup, kamu setidaknya harus merogoh kocek sebanyak Rp 50ribu hanya untuk menonton seminar motivasi selama 2-3 jam (paling lama), belum lagi kalau nara sumbernya sekelas Mario Teguh (MT) bisa-bisa kamu harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Tips mendapatkan pasangan bagian 1

Unknown | Senin, Januari 27, 2014 | | Be the first to comment!
Gimana sih perasaan mu kalau kamu masih saja sendiri alias jomblo tapi teman-teman mu udah pada punya gandengan. :D Daripada galau mulu, silakan disimak tips mendapatkan pasangan berikut. Semoga dapat membantu :D
sumber gambar :http://malesbanget.com/2012/05/4-alasan-kenapa-kamu-sebaiknya-tidak-pacaran-lama-lama/

Kamis, 28 November 2013

Andai saja tuntutan para dokter dikabulkan

Unknown | Kamis, November 28, 2013 | | Be the first to comment!

Aku baru membuka mata dan langsung saja berita “mogok” kerja para dokter menjadi penyambut pagi ku kali ini. Awalnya aku tidak begitu menggubris mengenai aksi mogok tersebut, ku piker hal ini adalah wajar. Tuntutan tidak terpenu, lalu memutuskan untuk membentuk sekumpulan orang lalu melakukan aksi demo. Berdiri di depan gedung Istana atau di Bundaran HI atau di depan gedung DPR/MPR.


Tapi ternyata isu – awalnya isu – ini berkembang luas. Mereka – para pasien, politikus, dan masyarakat biasa – mulai mengkhawatirkan aksi ini. Dengan terpaksa pun aku harus mencari tahu mengenai isu tersebut – sebagai rujukan tulisan ini. 

Isu “mogok” para dokter pun dengan cepat menjadi prioritas utama para pemburu berita. Secara real-time mereka melakukan pemberitaan kepada khalayak mengenai isu ini. Mulai dari tanggapan para politisi, pasien, hingga lumpuhnya aktifitas beberapa rumah sakit.

Isu ini menjadi sangat menarik ketika twitter – dunia maya – menjadi ladang opini. Para penghuni dunia maya ini berlomba-lomba memberika sudut pandangnya mengenai aksi ini. Ada yang pro dan ada yang kontra. Sayangnya, dukungan positif terhadap aksi ini hanya berasal dari segelintir kalangan dokter itu sendiri, Orang biasa – bukan orang yang berlatar pendidikan dokter – justru lebih mempertanyakan aksi ini. Mengapa hal ini bisa terjadi dan apa tujuannya? 

Dengan bertanya kepada salah seorang teman, saya mendapat sedikit gambaran tentang aksi ini – saya juga melakukan verifikasi data melalui portal berita. Aksi solidaritas – saya menyebutnya seperti itu – yang dilakukan oleh para aliansi dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini ternyata berawal dari penjatuhan hukuman kepada dokter Ayu atas tuduhan malpraktek.

Jumat, 22 November 2013

Cara menulis cerpen #2

Unknown | Jumat, November 22, 2013 | 1 Comment so far
Beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis tentang cara membuat cerpen. Pada tulisan itu saya lebih menitikberatkan  penulisan cerpen pada unsur "How" atau bagaimana sebuah cerita dapat dibuat. Kamu tidak perlu sebuah refrensi yang panjang dan rumit hanya untuk menulis sebuah cerpen. Apa pun yang kamu pikirkan tulis lah.

Setelah memahami bagaimana cara membuat cerpen, sekarang kita perdalam materi kita dengan bahasan bagaimana sih membuat cerpen yang menarik. Tiap orang mungkin punya opini yang beda-beda mengenai cerpen yang menarik, karena bagus dan tidaknya suatu karya sebenarnya hanyalah perkara sebuah selera. Tapi, apakah selera mu sama dengan selera kebanyakan orang?

Saya sering membaca cerpen yang saya kira telah mengalami perubahan struktur secara utuh. Perubahan struktur maksudnya adalah, pada cerpen-cerpen tersebut sudah tidak seperti cerpen-cerpen dengan kaidah konvensioanal atau aturan lawas, dan ternyata hal itu membuat pembaca merasa tertarik dengan hal itu.


Selasa, 02 April 2013

PTN versus PTS

Unknown | Selasa, April 02, 2013 | | Be the first to comment!
Hai blogger apa kabar?

Kali ini saya ingin menulis tentang perguruan tinggi. Bukan tentang apa pengertian dari perguruan tinggi, atau juga bukan tentang perguruan tinggi mana yang paling bagus. Karena kedua hal itu bisa kalian cari sendiri pada mesin pencari seperti google, yahoo, bing, dan lain sebagainya. Tapi saya ingin  membahas tentang perguruan tinggi apa PTN atau PTS yang tepat buat kamu. Semoga :)

Kalau bicara tentang PTN tentun tidak terlepas juga dengan berbicara tentang PTS. Bagaimana bisa? ya jelas karena kedua hal itu ibarat siang dan malam, selalu menjadi sorotan ketika yang lain disoroti. Tapi tak bisa dipungkiri juga kalau pesona PTN sampai saat ini masih kuat dibandingkan dengan pesona oleh PTS, walau beberapa diantara PTS ada yang sudah cukup populer dikalangan masyarakat.

eits, tunggu dulu. Mengapa saya mengangkat masalah PTN dan PTS? :) karena saya maunya itu. hehe. Selain itu juga karena sebentar lagi anak-anak kelas XII akan menyelesaikan pendidikannya dan harus memilih Perguruan Tinggi (PT) mana yang menjadi persinggahannya selanjutnya. Mungkin artikel ini sudah cukup telat ya untuk membahas masalah ini, tapi tidak papalah toh UN juga belum dimulai dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SMPTN) belum digelar :) . Eh, masih ada SMPTN kah pada tahun ini? :) haha tidak usah menjadi gelisah begitu. Menurut situs resmi SMPTN 2013, SMPTN tahun ini masih digelar dengan syarat dan ketentuan yang hampir sama dengan tahun lalu. Jadi gak usah khawatir lagi ya? :)

Sekarang kembali pada topik. Saya ingin bertanya, kamu mau masuk PT mana atau Universitas apa? pasti jawaban mu seputar ITB, ITS, UGM, Unpad, Undip, Airlangga dll. Apa itu salah? Jelas sama sekali tidak. Karena semua keputusannya ada ditangan kamu.

Bagi saya hal demikian adalah wajar, jika anak SMA mayoritas memilih PTN sebagai sekolah lanjutannya dibandingkan PTS. Selain karena kepopuleran dari PTN yang sudah cukup dikenal juga karena lingkunganlah yang telah membentuk pola pikir masyarakat, khususnya para siswa SMA kelas 3.

Rabu, 13 Maret 2013

Catatan Ku

Unknown | Rabu, Maret 13, 2013 | | Be the first to comment!

22-24 Pebruari 2013 merupakan agenda rutin dari LPM Journal STMIK Amikom Yogyakarta, yaitu Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Semua calon anggota (calang) diwajibkan untuk turut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tak kurang sekitar 18 calang mengikuti kegiatan tersebut yang diselenggarakan di wisma BIK Kawasan wisata Kaliurang.

Para peserta dan panitia meninggalkan kampus ungu tercinta sekitar pukul 8.30 pagi. Tampak semua peserta tampak antusias dengan kegiatan tersebut, begitupun dengan ku. Tak lupa pakaian ganti, alat tulis, hingga perlatan mandi telah berada pada gendongan ku. Meski pada awalnya aku cukup kurang senang dengan kegiatan ini, terlebih harus dilakukan dengan cara menginap membuat aku kehilangan gairah. Tapi hal itu coba ku tepis dan mulai mengikuti ketukan yang telah ditentukan.

Tak kurang dua bis dalam kota atau mungkin lebih tepatnya disebut mikrolet menjadi tumpangan para peserta dan sebagian panitia. Selama dalam perjalanan suasana cukup menyenangkan, awalnya. Namun, berangsur-angsur membosankan saat para sebagian peserta mulai berpindah alam. Mereka tidur. Dan apa yang ku lakukan? Tentunya mengabadikan momen tersebut. Dengan gaya bak seorang fotografer profesional ku coba mengabadikan momen tersebut tentunya bukan menggunakan kamera pribadi (hehe), pinjam itu tidak salah selama masih dikembalikan (hehe).

Sekali, dua kali, ku coba jajal kemampuan ku pada Cannon EOS yang saat itu kugenggam. Tidak begitu buruk, blurnya tidak terlalu walau cukup pada seluruh hasil jepretan ku.

Tak terasa waktu telah berlalu satu jam lebih, mobil yang ku tumpangi telah mulai memasuki kawasan wisata alam Kaliurang. Nampak para peserta lain masih sibuk dengan dunia mereka sendiri, entah apa yang mereka mimipkan tapi bisa ku tebak kalau diantara mereka tidak ada yang mimpi buruk. Nampak kalem dan tenang saat mereka kehilangan kesadaran.

Akhirnya bis benar-benar berhenti pada tempat yang akn kami tempati selama 3 hari 2 malam kedepan. Terletak di daerah tinggi, berbentuk kuno, serta diselimuti cat berwarna putih semakin memberi kesan dingin. (eh sejuk maksudnya).

Para peserta mulai turun satu per satu dari mikrolet dan mulai merapihkan perkakas mereka masing-masing. Setelah semua peserta merapihkan peralannya, panitia mulai mengkordinir para peserta untuk sejenak beristirahat pada kamar-kamar yang telah dibagi.

Apa sih kriteria dosen berkualitas? “gelar vs jam terbang”

Unknown | Rabu, Maret 13, 2013 | | 1 Comment so far


 Siang itu saya mengunjungi kantor atau bisa dibilang kesekretariatan dari salah satu organisasi yang ada di kampus. Terjadi obrolan ringan antara dengan beberapa kawan dari organisasi tersebut. Tanpa sengaja kami mendiskusikan atau mungkin lebih tepat disebut dengan mengungkapan pendapat tentang kualitas dosen. Nah, hal itu lah yang menjadi alasan mengapa artikel ini saya tulis.

Jika kita berbicara tentang akademisi atau lembaga pendidikan sebut saja kampus, pasti tidak akan terlepas dari berbicara masalah fasilitas yang ada di kampus tersebut. Mulai dari fasilitas fisik seperti laboratorium, ruang belajar,  hingga prasarana-prasarana lainnya. Selain itu, tentu kita juga akan berbicara masalah fasilitator yang ada di kampus tersebut, yakni dosen.

Dalam diskusi tersebut atau lebih tepatnya obrolan santai pada siang itu, ada yang mempertanyakan tentang kualitas dari seorang dosen muda. Terlebih jika dosen tersebut hanya memiliki disiplin ilmu setara dengan strata satu dan baru saja menamatkan studinya hingga minim akan pengalaman dunia pengajaran.

Untuk menentukan seorang dosen adalah berkualitas atau tidak tentu kita harus mempunyai indikasi yang rasional dan sama. Artinya rasional adalah dapat diterima akal atau mungkin dilakukan oleh seorang dosen kemudian sama, maksudnya adalah indikasi-indikasi tersebut harus sepaham antara satu kepala dengan kepala yang lain agar tidak terjadi kesalahpahaman di lain waktu.

Sebagai indikasi, apa sih yang harus dimiliki seorang dosen?

Senin, 25 Februari 2013

3 Kepsek Studi Banding ke SMA Averos

Unknown | Senin, Februari 25, 2013 | | Be the first to comment!

Suasana sekolah SMA AVEROS SORONG
SORONG – Kalau selama ini yang kita dengar sejumlah instansi studi banding ke Jakarta, Batam dan lain sebagainya, ternyata kali ini tiga kepala sekolah studi banding ke SMA Averos Sorong. Mereka adalah Kepala SMA Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura Drs. Ali Yani, Kepala SMA Negeri 1 Sarmi Kabupaten Sarmi CH.L. Bless, Kepala SMA PGRI Mamberamo Kabupaten Mamberamo Raya, Supri, S.Pd. Ketiga kepala sekolah itu melakukan studi banding di SMA Averos Sorong selama tiga hari (18-20 September). Mereka tiba di Sorong hari Kamis (18/9) menggunakan Express Air, dan kembali dari Sorong ke Jayapura kemarin (21/9) juga menggunakan Express Air.

Mereka ke SMA Averos untuk melihat langsung metode penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan di SMA Averos. Karena SMA Averos telah mengirimkan sejumlah siswanya ikut lomba olimpiade sains, dan bisa meraih juara di tingkat nasional dan ada juga yang dikirim bertanding ke luar negeri.

 Tiga kepala sekolah itu setelah di SMA Averos selain mengetahui metode pembelajaran atau pendidikan yang diterapkan, juga mendapatkan Teknologi Grabing Satelit, atau internet gratis untuk menggali informasi-informasi pendidikan atau data-data dari dunia maya.

 “Saya lihat yang diterapkan di sini sangat pas, dimana sekarang anak-anak di Papua dirangsang dengan pola asrama sehingga belajarnya terkontrol. Di sini per kelas hanya 16 siswa, sehingga penguasannya tercapai. Kalau kita kan 40-an anak per kelas, susah mengontrolnya, harusnya kita juga menerapkan seperti ini. Materi pelajaran sama yaitu kurikulum yang berlaku di sekolah-sekolah, hanya saja ada jam tambahan. Standarnya 38 jam wajib perminggu, di sini 42 jam wajib perminggu, selain itu masih ada les, dan siswa belajar sendiri, ini sungguh luar biasa. Niat kami akan menerapkan system ini di sekolah kami. Rencananya kami juga akan kirim 2-3 siswa kami ke sini, tapi kami akan koordinasi dulu dengan Pemda. Kami sudah membuktikan di sini sehingga kami tidak ragu-ragu lagi,”ujar Drs. Ali Yani yang dibenarkan CH.L. Bless kepada Radar Sorong di SMA Averos kemarin (21/9).

 Dikatakan bahwa apa yang mereka dapat ini akan coba dipraktekkan di sekolah masing-masing, rencananya nanti mereka akan kembali lagi ke SMA Averos untuk membawa guru-guru MIPA untuk melihat yang ada ini supaya ada perubahan kinerja dan peningkatan hasil.

 Sementara itu, Kepala SMA Averos Drs. Imam Wahyudi mengaku sangat berbahagia dengan kehadiran 3 kepala sekolah itu. “Sebenarnya kita tidak jauh beda, kita hanya sharing, apa yang kita punya dan apa yang mereka punya. Kami di sini sudah terapkan pengambilan data tanpa biaya atau internet gratis, mereka sangat tertarik karena alat ini tidak membatasi seseorang untuk mendownload data, dimana saja bisa dilakukan tanpa saluran telepon sehingga kita tidak ketinggalan informasi. Kami bangga dan tidak menyangka, dari sekolah yang jauh datang ke sini, semoga apa yang didapat di sini bisa bermanfaat bagi sekolah mereka ke depan,”ungkapnya kepada Radar Sorong kemarin.(akh)

Sumber : Radar Sorong
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Blogroll

goresan pena. Diberdayakan oleh Blogger.

About