Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Home » Posts filed under puisi
Kamis, 04 April 2013
Rabu, 06 Maret 2013
Lomba Puisi Nasional - IWC 2013
Unknown | Rabu, Maret 06, 2013 | lomba-lomba | puisi Be the first to comment!
SYARAT&KETENTUANLOMBA
- Peserta Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili di Indonesia maupun diluar Negara Indonesia. Usia 15 tahun sampai dengan 30 tahun.
- Memiliki Identitas diri berupa; KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Paspor, dll.
- Tema Lomba Puisi 2013; "CERITA INSPIRATIF" dengan SubTema; Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll.
- Peserta adalah perorangan (individu).
- Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim naskah sebayak 5 karya.
- Karya yang diikutsertakan harus merupakan hasil karya orisinil dari peserta kompetisi menulis lomba puisi IWC 2013 dan bertanggung jawab penuh terhadap hasil karyanya tersebut apabila dikemudian hari ditemukan adanya plagiasi (plagiat).
- Karya belum pernah dipublikasikan sebelumnya di penerbit indie maupun major, apabila hanya diposting dimedia elektronik seperti blog/notes facebook diperbolehkan mengikuti lomba IWC 2013. Dewan Juri berhak mendiskualifikasi jika menemukan karya puisi yang pernah dipublikasikan sebelumnya di penerbit indie maupun major.
- Panitia berhak menyeleksi semua tulisan yang masuk dan berhak tidak mempublikasikan tulisan yang mengandung unsur SARA, RAS, Porno, atau unsur lain yang dinilai kurang pantas dan kurang sesuai dengan etika dan serta melanggar terhadap segala perundang-undangan yang berlaku.
- Peserta membebaskan Otack menagement dan media partner serta perusahaan atau pihak-pihak manapun yang berhubungan dengan penyelenggaraan kompetisi/lomba ini dari segala bentuk tuntutan dari pihak-pihak lain tersebut terkait dengan hasil karya peserta yang diikutsertakan di dalam lomba.
- Apabila di kemudian hari peserta melakukan pelanggaran atas ketentuan dan persyaratan lomba tertulis, dan terbukti merupakan karya plagiat/bukan hasil karya peserta sendiri, pemberian data yang keliru dan/atau tidak benar, maka peserta akan didiskualifikasi.
Selasa, 05 Maret 2013
Mengenal puisi bagian 1
Unknown | Selasa, Maret 05, 2013 | puisi | serba-serbi Be the first to comment!
Puisi
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I
create) adalah seni tertulis
di mana bahasa digunakan
untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan
penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi
dari prosa.
Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki
pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi
sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.
Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang
lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja
(melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk
menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus
diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi
tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan'
yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan
sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi
cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah
puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang
baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok
puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat
puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu
sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di Indonesia puisi
juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka
enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.
Kamis, 05 Juli 2012
puisi pemenang pertama lomba cipta puisi FOSIL 2012 (via facebook)
Unknown | Kamis, Juli 05, 2012 | puisi Be the first to comment!RENTETAN SEMUT BERSENJATA
karya Ridha Ayah Bunda Aeni
Tangan menggenggam senapan
Anak panah tertancap diujung tombak badan tergeletak
Bius bom atom meracuni setiap pandang mata curam
Lihatlah!
Rentetan semut bersenjatapun gugur
Tubuh berderai berlumpur darah, berteriak; merdeka tanpa penjajah
Tunas-tunas telah tumbuh
Penghianat harus musnah melepuh
Kobarkan debur juang; rentetan semut bersenjata
Tanah subur, air surga
Genggamlah erat persatuan nusa bangsa
Berdiri kokoh diatas kibar bendera
sumber http://sajakharapan.wordpress.com/2012/07/04/puisi-pemenang-pertama-lomba-cipta-puisi-fosil-2012-via-facebook/
Senin, 02 Juli 2012
Dulu, sastra pernah berkata padaku oleh Alfandi
Unknown | Senin, Juli 02, 2012 | puisi Be the first to comment!Tempat duduk misteri.
Dalam keramaian sunyi.
Selalu saja sepi dan sendiri.
Sastra adalah kaca.
Mencerminkan sebuah jiwa.
Tenang dalam pelayaran.
Mencari jati diri sebenarnya.
Sastra pernah berbisik padaku.
“jaga kursi ini..
Inilah jati dirimu.
Engkau adalah kursi.
Jaga kesendirianmu.
Karena engkaulah kursi!”
sumber http://sajakharapan.wordpress.com/2012/04/26/dulu-sastra-pernah-berkata-padaku/
Minggu, 01 Juli 2012
fragmen pulau hitam oleh Dwi Raharioso
Unknown | Minggu, Juli 01, 2012 | puisi Be the first to comment!
Sepenggal Bulan di Langit Desember
:L’internationale instrument
Kami mendengarmu, suara bulan yang separuh
Di antara ranting pohon yang tak lagi utuh
Kotamu telah begitu jauh, ke seberang teluk ini
Kami harus bersampan di hari yang gelap
Ketika semua harus mengendap
:L’internationale instrument
Kami mendengarmu, suara bulan yang separuh
Di antara ranting pohon yang tak lagi utuh
Kotamu telah begitu jauh, ke seberang teluk ini
Kami harus bersampan di hari yang gelap
Ketika semua harus mengendap
Sabtu, 30 Juni 2012
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
Unknown | Sabtu, Juni 30, 2012 | puisi Be the first to comment!Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
penggalan subtil; jika aku mati oleh Dwi raharioso
Unknown | Sabtu, Juni 30, 2012 | puisi Be the first to comment!
Jika aku mati
jika aku mati kelak, tidak ada yang tertinggal untuk kuwariskan, selain puisi ini
jika aku mati kelak, saat itulah aku bertemu sepi yang sesungguhnya
dan pelahan-lahan kau melupakanku
jika kelak aku tak ada lagi di sini,
maka kuburlah puisi ini dalam deras hujan yang turun diam-diam
Jika aku mati kelak dan kau masih mengingatku
Maret 2012
Tentang Hujan
aku mendengar sepi berjatuhan dalam hujan
seperti tak tertahan
warna hitam dan segala yang terlepaskan,
hanyalah diriku
dingin udara nafasku
adalah sepenggal bait pendek tanpa pintu
tanpa rindu
aku mendengar hujan sepertiku. Sendiri.
membelenggu
Maret, 2012
Pemahat Pisau
Dengarkan, ia bercerita tentang bara
di sebuah desa terpencil tanpa nama
ketika senja memerah kesumba
Aku telah memahat nasibku
—seumpama empu
dalam sebilah besi dan gagang kayu
maka, kubentuk nasib ini
ke arah maghrib yang sunyi
Kusatukan nubuat ini satu-persatu
tatkala hari kembali dalam warna abu
dan bara membiru
Sejarah adalah senjata—dikuasai luka
maka, kuriwayatkan liku hidupku
serupa hikayat dan tamsil
lihatlah, ujung tajam ini—mengucilmu
dalam suasana yang sentimentil
Dan inilah tubuhku
meruncingmu belaka
hingga hampa benar-benar
kaku tak berwarna
2012
Tuan Kupu-Kupu
Seperti apa lelaki? Katamu, ia diciptakan dari
Penggalan-penggalan sunyi.
Dan ia tidak bertanya, kepada siapa kesenangan
Dituntaskan, melainkan hanya bergema
Dalam sebuah rahasia
Bilamana ia menemukan cinta,
Tiadalah hanya pada pahit kopi dan pekat malam
Belaka. Itulah rumah sesungguhnya.
2012
Cerita Tentang Kotamu
menatap kotamu dalam segelas hujan
lampu-lampu jatuh berpijaran
kenangan yang merembes kesendirian
di antara pintu dan jendela kaca,
warna gelap bertambah samar
kitalah kematian dalam bayang-bayang malam
lalu jatuh,
dilupakan
2012
Penari Topeng
Bebaskan aku, menuju langitmu
sebelum kematian merenggutku
dan fragmen tarian
akan membawaku pulang dari tubuh ini
aku berumah dalam usia
pada nubuat senja
begitu tuhan membaginya lewat angin
debu-debu tubuhku sampai di tanah ini
bebaskan aku, kembali padamu
sebelum hari membakar kayu
dan rindu berubah latu
itulah kenapa bara tak sekekal dulu
sebab aku akan segera pergi
begitu wajahku terisi sunyi
2012
Revolusi
setiap pagi aku mati
dalam letusan-letusan sunyi
radio, buku puisi, senjata, bendera, dan segala yang tak bernama
berwujud peluru
menghentikanku
seorang presiden mengasingkan diri; ketika demonstrasi
begitu tiba-tiba. rakyat hanya tertawa, ketika mahasiswa membakar ban
dan langit menurunkan hujan
aparat memukuli mereka dengan pentungan
aku menelanjangi tubuhku—kaku
2012
fb http://www.facebook.com/dwirahariyoso
jika aku mati kelak, tidak ada yang tertinggal untuk kuwariskan, selain puisi ini
jika aku mati kelak, saat itulah aku bertemu sepi yang sesungguhnya
dan pelahan-lahan kau melupakanku
jika kelak aku tak ada lagi di sini,
maka kuburlah puisi ini dalam deras hujan yang turun diam-diam
Jika aku mati kelak dan kau masih mengingatku
Maret 2012
Tentang Hujan
aku mendengar sepi berjatuhan dalam hujan
seperti tak tertahan
warna hitam dan segala yang terlepaskan,
hanyalah diriku
dingin udara nafasku
adalah sepenggal bait pendek tanpa pintu
tanpa rindu
aku mendengar hujan sepertiku. Sendiri.
membelenggu
Maret, 2012
Pemahat Pisau
Dengarkan, ia bercerita tentang bara
di sebuah desa terpencil tanpa nama
ketika senja memerah kesumba
Aku telah memahat nasibku
—seumpama empu
dalam sebilah besi dan gagang kayu
maka, kubentuk nasib ini
ke arah maghrib yang sunyi
Kusatukan nubuat ini satu-persatu
tatkala hari kembali dalam warna abu
dan bara membiru
Sejarah adalah senjata—dikuasai luka
maka, kuriwayatkan liku hidupku
serupa hikayat dan tamsil
lihatlah, ujung tajam ini—mengucilmu
dalam suasana yang sentimentil
Dan inilah tubuhku
meruncingmu belaka
hingga hampa benar-benar
kaku tak berwarna
2012
Tuan Kupu-Kupu
Seperti apa lelaki? Katamu, ia diciptakan dari
Penggalan-penggalan sunyi.
Dan ia tidak bertanya, kepada siapa kesenangan
Dituntaskan, melainkan hanya bergema
Dalam sebuah rahasia
Bilamana ia menemukan cinta,
Tiadalah hanya pada pahit kopi dan pekat malam
Belaka. Itulah rumah sesungguhnya.
2012
Cerita Tentang Kotamu
menatap kotamu dalam segelas hujan
lampu-lampu jatuh berpijaran
kenangan yang merembes kesendirian
di antara pintu dan jendela kaca,
warna gelap bertambah samar
kitalah kematian dalam bayang-bayang malam
lalu jatuh,
dilupakan
2012
Penari Topeng
Bebaskan aku, menuju langitmu
sebelum kematian merenggutku
dan fragmen tarian
akan membawaku pulang dari tubuh ini
aku berumah dalam usia
pada nubuat senja
begitu tuhan membaginya lewat angin
debu-debu tubuhku sampai di tanah ini
bebaskan aku, kembali padamu
sebelum hari membakar kayu
dan rindu berubah latu
itulah kenapa bara tak sekekal dulu
sebab aku akan segera pergi
begitu wajahku terisi sunyi
2012
Revolusi
setiap pagi aku mati
dalam letusan-letusan sunyi
radio, buku puisi, senjata, bendera, dan segala yang tak bernama
berwujud peluru
menghentikanku
seorang presiden mengasingkan diri; ketika demonstrasi
begitu tiba-tiba. rakyat hanya tertawa, ketika mahasiswa membakar ban
dan langit menurunkan hujan
aparat memukuli mereka dengan pentungan
aku menelanjangi tubuhku—kaku
2012
fb http://www.facebook.com/dwirahariyoso
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Follow me
Popular Posts
-
Authors note: this isn’t actually my part of it. It’s just a support story for Japan and the crisis’s that have been going on there. I s...
-
Young Goodman Brown came forth at sunset into the street at Salem village; but put his head back, after crossing the threshold, to exc...
-
Men's wretchedness in soothe I so deplore, Not even I would plague the sorry creatures more. ...
-
R.I.P Paul "Brian O'Connor" Walker Ku kira sekarang twitter sudah menjelma sebagai tempat penyebaran informa...
-
by Stephen Boyd When someone says or writes something powerful or memorable, you might think, “Why couldn’t I say it like that?” Wel...
Blogger news
Kunjungi Juga
Blog Archive
tentang
puisi
(24)
cerpen
(21)
artikel
(19)
serba-serbi
(12)
tips
(9)
opini
(7)
kumpulan cerpen cinta
(5)
essai
(4)
lomba-lomba
(4)
sastra dunia
(4)
Did You Know?
(3)
berita
(3)
biografi
(3)
cerpen asing
(3)
public speaking
(3)
puisi cinta
(3)
tokoh
(3)
facebook
(2)
kumpulan pidato barack obama
(2)
FSTVLST
(1)
aksi dokter
(1)
bisnis online
(1)
cerita asal
(1)
cerpen islami
(1)
cerpen persahabatan
(1)
diary
(1)
intermezzo
(1)
kumpulam pidato Bung Karno
(1)
lukisan
(1)
motivasi
(1)
nonton konser
(1)
online marketing
(1)
pidato
(1)
puisi goenawan
(1)
sastrawawan
(1)
teknik jualan online
(1)